Malang – Kasus pembunuhan mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Bagus Prasetya Lazuardi telah memasuki sidang tuntutan. Jaksa menuntut pelaku dengan hukuman seumur hidup.

“Tuntutannya seumur hidup,” kata Kasubsi Penuntutan Pidana Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Malang, Rendy Aditya, Jumat (14/10/2022).

Rendy mengaku sidang pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Ziath Ibrahim (37) warga Jalan Kyai Tamin, Kecamatan Klojen, Malang dibacakan di Pengadilan Negeri Kepanjen pada Rabu (12/10). Sementara hakimnya, yakni Hakim ketua Guntur Nurjadi.

Sebelumnya, jasad Bagus ditemukan pada Selasa (12/4) sekitar pukul 05.15 WIB di sebuah pekarangan kosong di daerah Dusun Krajan, Desa Purwodadi, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Ia ditemukan oleh warga setempat bernama Munarti.

Dari hasil penyelidikan Polres Pasuruan dan Polda Jatim saat itu, Bagus ternyata dibunuh di kawasan Jalan Perumahan Mondoroko, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Pembunuhnya yakni Ziath Ibrahim Bal Biyd (37), yang tak lain adalah ayah tiri dari kekasih korban.

Awalnya kasus ini ditangani oleh Polres Pasuruan dan Polda Jatim karena jasad korban ditemukan di Pasuruan. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, ternyata kasus pembunuhan dilakukan di wilayah Kabupaten Malang.

Tersangka menghabisi korban seorang diri. “Untuk motif pembunuhan nanti akan kita beberkan di persidangan. Apakah ada unsur asmara atau tidak. Sebab anak tiri tersangka dengan korban ini pacaran,” ujar Rendy Aditya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *