Jakarta — Detik detik sebelum pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nopriansyah Yosua Hutabarat diceritakan oleh jaksa. Ferdy Sambo disebut sempat meminta Richard Eliezer Pudihang Lumiu mengokang senjata yang digunakannya untuk menembak Yosua.

Hal ini disampaikan jaksa saat membacakan surat dakwaan kepada Ferdy Sambo dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel).

Awalnya, Putri bersama Yosua, Eliezer, Ricky, dan Kuat Ma’ruf sudah berada di rumah dinas Duren Tiga. Ferdy Sambo yang datang belakangan lantas meminta Kuat Ma’ruf memanggil Yosua.

“Selanjutnya, Ferdy Sambo bertemu dengan Kuat Ma’ruf di lantai satu di mana Kuat Ma’ruf melihat Ferdy Sambo dalam keadaan raut muka marah dan emosi lalu dengan nada tinggi Ferdy Sambo mengatakan, ‘Wat! Mana Ricky dan Yosua? Panggil!'” ucap jaksa saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel), Senin (17/10/2022).

Pembunuhan itu disusun Ferdy Sambo dengan skenario tembak-menembak antara Eliezer dan Yosua dengan dalih Yosua telah melecehkan Putri. Peristiwa ini kemudian terbongkar dan membuat Ferdy Sambo diadili dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *