Jakarta – Bank Indonesia (BI) mencatat posisi Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia sebesar US$397,4 miliar pada akhir Agustus 2022 atau Rp6.148 triliun (asumsi kurs Rp15.473 per dolar AS).

Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan mengatakan posisi ULN tersebut turun dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$400,2 miliar atau Rp6.192 triliun.

“Perkembangan tersebut disebabkan penurunan posisi ULN sektor publik (pemerintah dan bank sentral),” ungkap Junanto, Senin (17/10).

Junanto merinci posisi ULN pemerintah sebesar US$184,9 miliar pada akhir Agustus 2022. Angka itu turun dari bulan sebelumnya yang mencapai US$185,6 miliar.

“Penurunan ULN Pemerintah terjadi akibat adanya penurunan pinjaman seiring dengan pelunasan pinjaman yang lebih tinggi dibandingkan dengan penarikan pinjaman dalam mendukung pembiayaan program dan proyek prioritas,” terang Junanto.

Sementara, total ULN swasta tercatat US$204,1 miliar pada akhir Agustus 2022. Jumlah itu menurun dibandingkan bulan sebelumnya yang tembus US$206,1 miliar.

“Perkembangan tersebut disebabkan oleh kontraksi ULN lembaga keuangan (financial corporations) dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporation) masing-masing sebesar sebesar 3,6 persen (yoy) dan 1,6 persen (yoy) antara lain karena pembayaran neto utang dagang dan kewajiban lainnya,” papar Junanto.

“ULN tersebut tetap didominasi oleh ULN jangka panjang dengan pangsa mencapai 75,1 persen terhadap total ULN swasta,” katanya.

Junanto mengatakan ULN Indonesia tetap terkendali pada akhir Agustus 2022. Hal itu tercermin dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap di kisaran 30,4 persen, menurun dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 30,7 persen.

Selain itu, BI mengklaim struktur utang RI tetap sehat. Pasalnya, ULN Indonesia didominasi oleh utang jangka panjang sebesar 87,1 persen dari total ULN.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *