Surabaya – Sebagai Kota Terbesar ke dua di Indonesia yakni kota Surabaya, Ternyata masih ada masyarakat yang tinggal di bawah kolong Tol Dupak-Gresik, kecamatan krembangan, kota Surabaya. mereka hidup berhimpitan dibawah kolong Tol tersebut. Bahkan, di saat masuk ketempat tinggal mereka, harus menunduk karena pintu tingginya tak sampai satu meter.

Kurang lebih ada 16 KK yang akan di relokasikan dan kehidupan masyarakat dibawah kolong Tol akan Lebih baik lagi. pemkot Surabaya akan membongkar pemukiman masyarakat di bawah kolong tol dan memindahkannya ke Rusun Sumur Welut.

Masyarakat merasa senang karena bisa mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak untuk tinggal. Sehingga tidak adanya penolakan dari masyarakat yang akan di pindah. dan para warga akan diberi pekerjaan yang layak untuk membantu perekonomiannya.

Masyarakat yang akan dilakukan pemindahan kerusun juga akan di data di lokasi dan akan dilakukan pemeriksaan kesehatan serta diberikan obat-obatan. juga pembongkaran pemukiman masyarakat bawah kolong tersebut akan dilakukan pembongkaran mulai hari ini oleh Satpol PP Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga meninjau langsung proses relokasi warga. Eri mengatakan, warga yang tinggal di bawah kolong tol, baik warga yang ber KTP Surabaya dan bukan ber KTP Surabaya akan didata. Sehingga, mereka bisa direlokasi ke rusun yang dikelola Pemprov Jatim.

Kata Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. “Kalau yang warga non Surabaya dipindah ke rusun milik provinsi, Tapi kalau warga Surabaya tidak hanya akan dipindah, tapi juga akan kami siapkan pekerjaan. Sehingga, warga bisa memiliki pendapatan untuk kehidupannya. Pendapatannya bisa mencapai Rp 5 juta per bulan”.

Anak-anak warga yang dipindah juga akan mendapat sekolah yang dekat dengan rusun itu.

“Dengan seperti ini akan memberikan penghidupan yang layak sehingga keluarga bisa tinggal lebih baik. Masa sih, rumah segini ditinggali sampai banyak cucu-cucunya begitu,”  ucapnya.

Eri berharap, para camat dan lurah bisa mencari tempat-tempat seperti Kampung 1001 Malam agar bisa dilakukan pemindahan warga. Ke depan lahan di dekat Tol Dupak-Gresik ini akan dijadikan rumah pompa.

“Kita akan gunakan semaksimal mungkin, ada rumah pompa dan lainnya. Sehingga banjir bisa berkurang,” pungkasnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *