MALANG – Banjir terjadi Desa Sitiarjo akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mulai mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (15/10) pukul 04.00 WIB. Tinggi muka air di Sungai Desa Kedung Banteng tercatat mengalami kenaikan hingga empat meter.

Luapan air itu menyebabkan rumah warga terendam hingga 1,5 meter, membuat hilir pada Sungai Panguluran Dusun Krajan Tengah, Desa Sitiarjo meluap pada pukul 06.30 WIB.

Pada pertengahan September 2022, di Desa Sitiarjo yang sering terdampak banjir akibat hujan intensitas tinggi.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Malang menyatakan bahwa banjir yang terjadi di wilayah bagian selatan daerah itu menyebabkan sedikitnya 600 keluarga terdampak banjir tersebut.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan  mengatakan pada Senin malam, bahwa banjir di Desa Sitiarjo saat ini kondisinya sudah mulai surut.

Saat ini tidak ada tempat pengungsian yang dibuka untuk menampung warga terdampak banjir yang disebabkan adanya hujan dengan intensitas tinggi tersebut.

Berdasarkan data sementara, ada delapan desa dari lima kecamatan yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Malang adalah Desa Lebakharjo, Kecamatan Ampelgading, Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo Kecamatan Tirtoyudo.

Kemudian, Desa Sitiarjo, Desa Sidoasri dan Desa Tambakrejo di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Desa Sumbermanjing Kulon Kecamagtan Pagak dan Desa Sumberoto di Kecamatan Donomulyo. Ketinggian air bervariasi hingga dua meter.

Kondisi di Desa Lebakharjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan juga tidak jauh berbeda. Warga yang terdampak banjir saat ini berada di rumah tetangga atau mengungsi ke rumah kerabat mereka.

Selain itu, di Desa Lebakharjo juga telah ada tim awal dari BPBD Kabupaten Malang dan unsur terkait. Di wilayah tersebut, tidak ada kerusakan berat hanya material lumpur dan kayu di jalanan. Pembersihan akan dilakukan pada Selasa (18/10).

Untuk Desa Purwodadi dan Desa Pujiharjo di Kecamatan Donomulyo, BPBD Kabupaten Malang masih terus berupaya melakukan pendataan. Kendala untuk pendataan saat ini disebabkan akses jalan yang masih tertutup longsor.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *