GONDANGWETAN – Bukan hanya Tutik yang menjadi korban ledakan bondet di rumah Haji Hasim. Selain Tutik, ada juga Aminah,50. Ia mengalami luka dan memar pada tangan kirinya akibat ledakan bondet di rumah Haji Hasim. Ia adalah tetangga yang rumahnya berada di sebelah timur dari ruma Haji Hasim.

Waktu itu di rumahnya lengkap. Ia mengaku saat itu baru selesai menjalankan salat magrib. Ada anak dan istrinya serta dua orang cucu.

“Biasanya saya salat magrib nggak turun nunggu isya’. Tapi perasaan nggak enak. Kemudian turun keluar rumah,” jelasnya.

Saat itu di depan rumahnya ada anaknya. Ia dipanggil disuruh duduk di sebelah. Tetapi ia tidak mau dengan alasan nanti kakinya najis. Kemudian kejadian mengerikan itu terjadi.

Duaaarrr, terdengar ada suara letusan keras yang berasal dari rumah tetangganya mengagetkan. Seketika asap mengepul. Tak lama kemudian, terjadi hujan kereweng atau pecahan genting.

“Saat itulah tangan saya kejatuhan. Mungkin pecahan yang agak besar. Kalau yang kecil-kecil ke kepala tidak apa-apa. Tapi yang ini langsung kayak gini. Dan saya sempat dibawa ke rumah sakit,” kata Aminah sambil menyangga tangannya dengan kain.

Aminah masih selamat. Tetapi tidak dengan Tutik. Istri Haji Hasim selaku pemilik rumah yang meledak, harus dirujuk ke RSUD Sutomo Surabaya. Itu, lantaran kondisinya yang belum membaik karena menderita luka bakar 80 persen.

“Korban dilarikan ke rumah sakit Sutomo Surabaya. Saat ini masih dalam perawatan,” pungkas AKP Bima Sakti, Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota.

 

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *