JAKARTA – Viral di media sosial, kaca KRL Commuter Line pecah diduga ditembak di Stasiun Buaran, Jakarta Timur. Setelah dicek oleh karena tim kepolisian, pecahnya kaca KRL Commuter Line disebabkan ada orang yang melempar batu.

Polisi hingga saat ini masih menyelidiki siapa dalang dibalik pelemparan batu di KRL Commuter Line Stasiun Buaran.

Meski tidak ada korban dalam kejadian itu, Kapolsek Duren Sawit Kompol Martson Marbun tetap akan mengusut insiden tersebut karena membahayakan. Apalagi pelemparan batu terjadi ketika kereta sedang berjalan.

“Kita akan cari (pelakunya),” kata Martson pada Rabu (19/10/2022).

Kejadian ini bisa dijelaskan secara ilmiah melalui teori fisika. Dijelaskan dosen fisika dari FMIPA Universitas Indonesia Handhika Satrio Ramadhan, Ph.D. hukum fisika yang berlaku dalam insiden pelemparan batu ini adalah hukum Newton.

Hukum gerak Newton adalah hukum fisika yang menjelaskan perpindahan suatu objek sebagai hasil hubungan antara nilai dan jarak dari gaya yang berlaku pada objek tersebut. Batu yang dilempar memiliki momentum, sementara KRL yang bergerak juga memiliki momentum.

Akibatnya, benturan batu dan kaca KRL yang sama-sama bergerak menggabungkan kedua momentum itu. Sehingga, batu itu bisa sampai menghancurkan kaca KRL.

Kejadian tersebut merupakan contoh konsep gerak lurus berubah beraturan (GLBB) dan tumbukan benda. Gerak batu pada saat dilemparkan adalah GLBB dan gerakan batu pada lintasan lurus dengan kecepatan berubah.

Saat menabrak kaca, terjadi konsep tumbukan di mana energi kinetiknya berkurang. “Energi kinetiknya berkurang, tapi menjadi energi panas/bunyi/bentuk energi lain yang berkaitan dengan pecahnya kaca,” jelas Handhika.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *