Surabaya – Temuan 192 kasus gagal ginjal akut misterius dilaporkan di Indonesia diduga disebabkan obat sirup. Kini pemerintah telah mengeluarkan himbauan kepada apotek untuk menghentikan sementara waktu penjualan obat sirup.

Hal ini mendapat beragam komentar, mulai dari pemilik apotek, apoteker, hingga asisten apoteker (AA). Salah satunya AA bernama Selvia Nindyasari. Menurutnya, dengan menarik penjualan obat sirup, akan berpengaruh pada omzet. Namun, ia belum tahu pasti berapa total kerugian tersebut.

“Rasanya berpengaruh ya, tapi per hari ini belum tahu, nanti saya lihat data penjualannya,” kata Selvia.

Begitu juga dengan pemilik apotek di kawasan Surabaya Selatan berinisial TS. Ia mengatakan, dengan menarik penjualan obat sirup, otomatis berpengaruh pada omzet penjualan.

“Penurunan omzet bisa lebih dari 30%,” kata TS.

Meskipun demikian, TS mengungkapkan bahwa sewajarnya kandungan De Etilen Glikol (DEG) dan Etilen Glikol (EG) hanya cemaran dari pelarut alkohol. Artinya, pelarut dari obat bukan kandungan seperti yang dimaksud pemerintah dalam surat edaran.

“Jadi, bukan pelarutnya menggunakan bahan itu,” tutupnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *