Trenggalek – Ular jenis King Kobra menewaskan pemiliknya, Imam Rokhani (49), seorang pawang ular warga Desa Ngrayung, Kecamatan Gandusari, Trenggalek. Sekarang kedua ekor ular itu tidak bertuan.

Petugas Satpol PP dan Kebakaran Trenggalek telah mengamankan kedua ular berbisa mematikan tersebut.

Rencananya, kedua ular itu akan diarahkan ke Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Stefanus Triadi Atmono selaku Kepala Satpol PPK Trenggalek menggungkapkan bahwa 2 ekor ular King Kobra itu telah dievakuasi ke kantornya sejak Minggu sore.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan perwakilan Dinas Kehutanan Jawa Timur di Trenggalek agar disambungkan ke BKSDA.

Menurutnya, King Kobra peliharaan Almarhum Imam Rokhani memiliki panjang 2,5 meter dan 4,5 meter. Penanganan ular itu pun berbeda dengan jenis ular lainnya.

Penanganan berbeda itu perlu dilakukan sebab selain bisanya mematikan, ular tersebut juga memiliki sifat yang sangat agresif.

“Ular ini makanannya juga ular berbisa. Kemarin itu kami masukkan ular Weling langsung dimakan,” ujarnya.

Pihaknya mengaku tidak berani terlalu lama menyimpan ular tersebut karena dinilai terlalu berisiko.

Berbeda dengan ular jenis Piton yang bisa langsung dilepas ke hutan asalkan jauh dari permukiman warga.

“Kalau Piton bisa kami lepas liarkan, tapi kalau King Kobra sepertinya akan berbahaya,” katanya.

Sebelumnya, almarhum Imam Rokhani telah memelihara ular tersebut selama 5 tahun. Tapi nasibnya berakhir tragis. Ia tewas dipatuk ular peliharaannya sendiri.

Peristiwa itu terjadi saat Imam hendak memberi air minum kepada ularnya pada Minggu pagi tapi ular kesayangannya itu justru menyerangnya.

Akibat patukan 2 ular berbisa itu Imam sempat dilarikan ke RSUD dr Soedomo Trenggalek. Sayang, nyawanya tidak tertolong.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *