Madiun – Uang Tabungan Rp 35 juta milik Raswiyanto, ASN di Pemkab Madiun ludes dimakan rayap. Uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu disimpan di dalam kotak bekas tempat makanan ringan lalu disimpan dalam lemari.

Meski sudah dikantongi plastik dan ditaruh dalam kotak kertas bekas makanan ringan, tapi rayap masih bisa memakannya. Selain itu, ia juga telah menggulungnya dengan karet.

“Sudah saya tali karet setiap Rp 10 juta dan saya masukkan kantong kresek. Tapi kok masih bisa tembus hewan rayap ya,” ucap warga Desa Garon Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun, Senin (24/10/2022).

Dia mengatakan, uang yang ditabung sejak 2013 itu merupakan hasil menjual mobil miliknya. Mobil miliknya saat itu laku Rp 37,5 juta. Sebagian dari uang penjualan mobil itu kemudian ia tabung.

“Selain uang jual kendaraan juga hasil ngamen (jasa hiburan elekton hajatan nikahan). Karena dulu sebagian uang hasil jual kendaraan buat kasihkan makelar juga,” kata Rasmiyanto

“Sudah saya tali karet setiap Rp 10 juta dan saya masukkan kantong kresek. Tapi kok masih bisa tembus hewan rayap ya,” tegasnya.

“Rencana buat tambah lagi buat beli kendaraan. Ini masih cari uang tambahan keduluan rayap,” tandasnya.

Pihak bank menolak penukaran uang kertas pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu tersebut.

“Pihak Bank sudah menolak untuk ditukarkan uang yang rusak ini,” kata Raswiyanto.

Menurut Raswiyanto, bank menolak karena angka seri uang telah rusak, sehingga tak bisa terbaca. Lantaran ditolak, ia pun kembali menyimpan kembali uang yang rusak itu.

“Tidak mau banknya menerima penukaran uang saya yang rusak, karena angka seri sudah rusak, tidak terbaca,” ujar Raswiyanto.

Raswiyanto mengaku hanya bisa pasrah saat ini. Ia kembali mengatakan bahwa uangnya kini akan tetap disimpan untuk kenang-kenangan.

“Biarkan saja di rumah buat kenang-kenangan uangnya,” paparnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *