Solo – Sosok ayah tiri asal Kecamatan Banjarsari, Solo, berinisial FCH, tega melakukan tindakan bejat menyetubuhi anak tirinya sendiri. Tindakan pencabulan itu sudah dilakukan pelaku sebanyak dua kali.

“Sudah dua kali. Pertama hari Jumat, hari Sabtu saya ulangi lagi. Saat itu sedang nonton TV, rumah sedang kosong,” kata tersangka, Rabu (26/10/2022).

Di tempat yang sama, Kapolresta Solo Kombes Iwan Saktiadi mengatakan tersangka pertama kali memperkosa korban saat anak tirinya itu sedang menonton televisi di ruang tamu bersama teman yang diduga pacar korban. pada waktu itu pelaku berpura-pura tidak setuju merestui hubungan korban dan pacarnya.

Hingga ayah tiri korban menuduh keduanya pernah melakukan perbuatan tak senonoh. Pacar korban pun lalu diminta pulang.

“Setelah rekan korban pulang, FCH menanyai anaknya dengan alibi terjadi tindakan asusila dengan pacarnya. Korban menjawab tidak pernah,” kata Iwan.

Jawaban korban itu dijadikan alasan bagi pelaku untuk membuktikan ucapannya tersebut. Tersangka pun melakukan modus untuk melakukan cek keperawanan.

“Dengan alibi lain untuk membuktikan anaknya belum pernah berhubungan badan dengan sang pacarnya, terjadilah tindakan persetubuhan dengan di bawah ancaman atau paksaan,” ucapnya.

Setelah kejadian diperkosa ayah tirinya, korban yang ketakutan enggan tinggal satu rumah dan trauma dengan tersangka. Korban pun melaporkan perbuatan bejat ayah tirinya itu kepada pamannya.

Akibat perbuatannya, tersangka terancam Pasal 81 ayat 2 dan ayat 3 jo Pasal 76D UURI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU, dengan ancaman penjara minimal 5 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *