JAKARTA – Beredar kabar bahwa PKS diajak masuk kabinet pemerintah Jokowi-Ma’ruf Amin dengan tawaran posisi menteri.

Al Muzzammil Yusuf, Ketua Polhukam DPP PKS menegaskan tidak ada perubahan sikap politik dari partainya.

Muzzammil menepis kabar itu dan menegaskan PKS tetap masih di posisi yang sama sebagai oposisi.

“Keputusan Majelis Syuro PKS sebagai lembaga tertinggi partai pada Pilpres 2019 belum ada perubahan,” kata Muzzammil para Jumat (28/10/2022).

PKS tetap berperan sebagai pihak yang kritis dan berada diluar pemerintah, kata Muzzammil. Dia juga menegaskan adanya posisi oposisi penting untuk mewujudkan keseimbangan demokrasi.

“Bahwa PKS akan berperan aktif bersikap kritis dan konstruktif di luar pemerintahan. Dan pilihan oposisi tersebut merupakan keniscayaan demokrasi. Agar ada checks and balances terhadap jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Muzzammil mengatakan perubahan sikap PKS hanya ditentukan oleh Majelis Syuro yang merupakan lembaga tertinggi partai. Dia menyebut hingga saat ini belum ada perubahan apapun dari Majelis Syuro.

Isu PKS ditawarkan masuk kabinet ini juga menjadi perbincangan di Twitter. Isu yang beredar, PKS ditawari jatah dua kursi menteri Kabinet Indonesia Maju agar menarik dukungan terhadap bakal calon presiden (capres) 2024, Anies Baswedan.

Isu tersebut juga menyebutkan kabar liar PKS ditawari 2 kursi menteri sebelum disambar akun Said Didu. Said Didu mengaku mendengar kabar lain yakni salah satu pengusaha sudah ditugaskan memberikan dana besar agar dukungan itu ditarik.

Cuitan Said Didu kemudian dibalas juru bicara PKS Muhammad Kholid. Dia menegaskan isu tersebut fitnah.

“Ini hoax & fitnah. Keputusan Musyawarah Majelis Syuro VII tegas menyatakan @PKSejahtera tetap di luar pemerintahan (oposisi) hingga 2024,” kata Kholid di akun Twitternya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *