Tulungagung – Polisi selidiki kasus banjir limbah dari Pabrik Gula Mojopanggung di perkampungan warga.

Kasat Reskrim Polres Tulungagung AKP Agung Kurnia Putra berkata bahwa penyelidikan dilakukan setelah adanya laporan dari masyarakat dan beredar luas di media sosial.

“Secara prosedur kami harus melakukan penyelidikan karena ada jumlah warga yang jadi korban, ada yang gatal-gatal, yang mual dan ada yang muntah,” ujar Agung, Senin (31/10/2022).

Hingga saat ini para penyidik terus mengumpulkan informasi dari berbagai pihak, termasuk korban dan direksi PG Mojopanggung.

Agung mengatakan pihaknya meminta klarifikasi manajemen pabrik tentang pengelolaan limbah serta SOP penanganan saat bencana alam terjadi.

Menurutnya, banjir bercampur limbah terjadi akibat bencana alam, sehingga air limbah yang seharusnya terbuang ke sungai justru membanjiri perkampungan di Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman.

Polisi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur melakukan pemeriksaan sampel air di lokasi banjir.

Diketahui, banjir bercampur limbah dari PG Mojopanggung Tulungagung melanda perkampungan warga di Desa Sidorejo dengan ketinggian mencapai satu meter. Air banjir yang menggenangi desa tersebut berwarna hitam, hangat dan berbau tidak sedap.

Banjir terjadi sebanyak tiga kali dalam waktu sepekan. Warga sempat melaporkan kejadian tersebut, namun tidak ada tanggapan cepat. Manajemen perusahaan baru merespons setelah banjir surut.

 

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *