Surabaya – Kasus pencurian kendaraan bermotor masih marak di Kota Surabaya. Bahkan pada bulan Oktober terjadi peningkatan kasus sebanyak 51 laporan kejadian.

 

Fenomena ini mendapat sorotan dari anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya Arif Fathoni. Pihaknya meminta kepolisian memberikan tindakan tegas bagi para pelaku pencurian kendaraan bermotor agar memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Surabaya.

 

“Jadi saya berharap, pencurian dengan pemberatan yang cenderung melukai korbannya itu, saya berharap polisi melakukan tindakan tegas agar memberikan efek jera. Karena metode pencurian itu ada dua, ada yang dengan kekerasan di jalanan dan ada memang karena kelengahan, itu maksudnya motor terparkir diambil,” kata Arif Fathoni, Senin (7/11/2022).

 

“Terhadap meningkatnya angka pencurian kendaraan bermotor di Kota Surabaya, di tengah banyaknya CCTV yang sudah terpasang, tentunya ini menjadi PR bagi kita bersama. Untuk itu saya berharap teman-teman kepolisian meningkatkan aktivitas patroli di tempat yang rawan tindak pidana kejahatan,” ungkap Arif.

 

Ketua Fraksi Golkar di DPRD Kota Surabaya ini juga berharap kepada Diskominfo Kota Surabaya, untuk turut serta membantu tugas kepolisian dengan memasang CCTV. Terutama di tempat-tempat yang rawan terjadi pencurian.

 

“Apalagi di Surabaya sudah digitalisasi layanannya, sudah terkoneksi satu sama lain. Artinya, kalau kemudian pelaku sudah terekam oleh CCTV. Saya berharap polisi bisa langsung melakukan tindakan. Termasuk potensi sebaran kendaraan curian itu kemana. Itu mungkin perlu digiatkan patrolinya,” ujar Arif Fathoni.

 

“Kalau kemudian hambatannya mungkin dengan biaya operasi tersebut. Tentu pemerintah Kota terbuka untuk kerjasama. Karena selama ini kerjasama tiga pilar sudah berlangsung dengan baik. Artinya muspika kecamatan itu berlangsung dengan baik. Saya yakin kalau Forkopimda duduk bersama merumuskan persoalan ini, insyaallah angka kriminalitas, angka pencurian di Kota Surabaya akan perlahan-lahan menurun,” jelas Arif Fathoni.

 

“Mungkin kemarin, memang karena fokus teman-teman kepolisian bagaimana meminimalisir konflik horisontal ya, baik antar perguruan silat, maraknya antar anak-anak muda di Kota Surabaya. Sehingga atensi ditempat potensi tindak pidana pencurian itu, kemudian menjadi menurun,” ungkap Arif Fathoni.

 

“Makanya saya berharap, karena keamanan Kota Surabaya ini, tanggung jawab kita bersama. Tanggung jawab TNI, Polri, Pemerintah Kota, maka kenapa saya tadi sampaikan tiga pilar di kecamatan harus aktif melakukan patroli di tempat rawan di wilayahnya kecamatannya masing-masing,” terangnya.

 

“Teman Forkopimda meningkatkan sinerginya di tempat-tempat kerawanan di pusat Kota, sehingga angka kriminalitas kemudian menjadi menurun. Apalagi di tengah situasi ekonomi yang sedang tidak bagus ini. Tentu potensi naiknya tindak pidana kejahatan makin terbuka lebar. Kalau kemudian ke depan dipersempit, insyaallah akan menurun,” tandas Arif.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *