JAKARTA – Langkah PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), anggota holding BUMN asuransi dan pembiayaan di bawah Indonesia Financial Group (IFG). Komisaris IFG menuturkan sejauh ini rencana penyehatan keuangan (RPK), Jasindo berjalan dengan baik dan lancar.

Untuk membuat lebih stabil dibutuhkan perampingan baik dari jumlah kantor, pejabat hingga sumber daya manusia (SDM). Jadi itu salah satunya dilakukan pengurangan SDM, pejabat, kantor, operasional, satuan kerja, dan lainnya.

Hotbonar yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama Jamsostek itu menekankan, baik Kementerian Tenaga Kerja, serikat pekerja maupun karyawan terdampak, manajemen melakukan PHK adalah sebuah keputusan yang berat dan pilihan yang berat bagi semua pihak.

Dia juga mengharapkan semua kepentingan termasuk pekerja terdampak dapat menemukan solusi yang baik, komunikasi dengan baik, sehingga menghindari kegaduhan. Saya minta dilakukan dengan pemenuhan Undang-undang Tenaga Kerja.

Jasindo tercatat mengalami risk based capital (RBC) berada dalam teritori negatif atau berada pada level -84,85 persen. RBC adalah indikator kemampuan perusahaan asuransi menerima risiko mendadak. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan RBC minimal perusahaan asuransi positif 120 persen.

Memburuk dibandingkan periode 2020 dimana RBC perusahaan -77,01 persen, perusahaan memiliki kemampuan 120 persen dari kewajiban yang ada dalam laporan keuangan perusahaan.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *