JAKARTA – Pergerakan harga Bitcoin dan aset kripto lainnya terpantau anjlok menyusul kabar akuisisi FTX oleh Binance.

Berdasarkan data dari CoinMarketCap, Rabu (9/11/2022) pukul 13.00 WIB, harga Bitcoin (BTC) terlihat anjlok 6,63 persen selama 24 jam terakhir ke posisi US$18.399.  Sementara, Ethereum (ETH) terpantau melemah 11,45 persen di harga US$1.301.

Di sisi lain, altcoin seperti FTX Token (FTT), Solana (SOL), dan BNB juga turun masing-masing 75,99 persen, 21,30 persen, dan 7,39 persen dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono dalam risetnya pada Rabu (9/11/2022) mengatakan katalis negatif di pasar kripto utamanya ditopang oleh aksi akuisisi FTX oleh Binance yang menyebabkan kekhawatiran investor. Pasar kripto terpantau anjlok melemah dan menuju harga terendah sepanjang tahun.

Ia memaparkan, sejumlah sentimen dari akuisisi FTX membuat investor mulai meninggalkan pasar kripto untuk sementara. Pertama, kekhawatiran atas neraca keuangan FTX yang telah menyebabkan pasar berbelok tajam ke bawah.Likuidasi besar-besar dari exchange FTX menimbulkan ketidakpastian dan ketakutan bagi investor untuk mengeluarkan uangnya.

Afid menambahkan akuisisi FTX oleh Binance sempat membuat market kembali menghijau. Namun kondisi tersebut langsung berbalik arah.

“Penyebabnya ada laporan yang menyebutkan FTX harus mengumpulkan US$6 miliar dalam pembiayaan untuk mengisi kesenjangan dalam neraca mereka, yang menempatkan kesepakatan itu berpotensi dalam bahaya,” kata Afid.

Binance memang sepenuhnya mengakuisisi FTX, namun mereka menandatangani letter of intent (LOI) yang tidak mengikat. Hal ini membuat Binance dapat menarik diri dari kesepakatan kapan saja.

Sentimen tersebut pun menambah keraguan investor dengan kondisi industri kripto saat ini. Sehingga harga aset kripto bergerak fluktuatif dari koreksi, kenaikan, dan kembali ke pelemahan.

“Setelah kesepakatan tersebut diumumkan, harga Bitcoin jatuh jauh di bawah US$20.000. Beberapa jam kemudian, harga melonjak di atas ambang batas. Tetapi, BTC kembali anjlok di bawah US$19.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan September,” kata Afid.

Dari analisis teknis, harga Bitcoin jatuh jauh di bawah US$20.000 sebagai level support utamanya selama dua minggu terakhir. Bitcoin bahkan terus turun di bawah US$19.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan September.

“Investor masih akan terus wait and see atau menjauh dari market kripto karena sentimen negatif masih membayangi, terlebih masih ada hasil pemilu sela di AS yang belum keluar dan pada Kamis (10/11) nanti ada perilisan data inflasi AS Oktober,” pungkas Afid.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *