Malang — Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan ratusan orang telah mencapai titik aksi damai bertepatan dengan 40 hari tragedi itu. Massa menggunakan pakaian berwarna hitam dengan menyatakan berbagai macam tuntutan tuntas tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan Malang tersebut.

3 tuntutan dibawa oleh massa aksi. Spanduk dan penyampaian orasi telah dibawa oleh mereka hingga pada akhirnya tuntutan mereka diterima oleh Wali Kota Malang Sutiaji dan mereka pun bubar.

Tim Gabungan Aremania menggelar aksi dan membawakan tiga tuntutan ini :

1. Seret, tangkap dan adili :

a. Semua aktor Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

b. Semua eksekutor Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022

2. Jadikan Tragedi Kanjuruhan aebagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat, tak hanya pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) ringan.

3. Bayar kerugian yang diderita korban dan keluarga korban Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022 melalui mekanisme kompensasi dan restitusi.

Menyatakan 3 tuntutan dari suara hari rakyat perihal Tragedi Kanjuruhan adalah tujuan unjuk rasa tersebut kata Kuasa Hukum Tim Gabungan Aremania.

“Yang selanjutnya kami sebut sebagai Tritura atau tiga tuntutan rakyat dalam Tragedi Kanjuruhan 1 Oktober 2022,” ucap Anjar

Wali Kota Malang Sutiaji sudah menerima tiga tuntutan tersebut saat keluar menemui massa. Sutiaji diminta mendatangani dan juga memberikan stempel resmi Wali Kota Malang sebagai bentuk kesepakatan oleh Tim Gabungan Aremania.

Di lobi Balai Kota Malang proses penandatangan tuntutan itu dilakukan. Setelah penandatangan tersebut massa lalu membubarkan diri sekitar pukul 15.00 WIB.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *