SURABAYA, – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak menyampaikan, pasar batik nasional memiliki potensi market yang cukup besar, bahkan hingga market luar negeri. Terbukti saat KTT G20 di Bali, Presiden China Xi Jinping memakai baju batik, diikuti kepala negara anggota G20 lainnya yang hadir di Bali.

“ Untuk itu, pameran Batik Fashion Fair 2022 di Grand City Surabaya ini diharapkan dapat meningkatkan pasar batik Jatim ke level nasional bahkan internasional,” kata Emil saat membuka Batik Fashion Fair 2022.

Emil menerangkan, Batik Fashion Fair 2022 akan mengekspose produk batik Jatim berkualitas dihadapan 25 ribu Fashionita atau pecinta fashion batik.

“Kita harapkan display produk batik dari 136 peserta pameran bisa menjadi moment kebangkitan batik Jatim pasca pandemi,” tuturnya.

Sementara itu Pameran batik yang digelar PT Debindo Mitra Tama yang bekerjasama dengan Dekranasda Jawa Timur ini dibuka oleh Ketua Dekranasda Jatim Arumi Bachsin dan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak.

Direktur PT Debindo Mitra Tama, Budiono mengatakan, pameran Batik Fashion Fair diikuti sejumlah pengusaha batik, baik dari Jatim maupun nasional.

Pameran kali ini, lanjut Budiono, Batik Fashion Fair 2022 bertajuk ‘Pelangi Setelah Pandemi’ hadir sebagai momentum bangkitnya para pelaku usaha dan perajin batik. Serta untuk memberi apresiasi dan memberikan kesempatan seluas-luasnya dalam mengembangkan pasar batik, baik nasional bahkan internasional.

“Kami targetkan 25 ribu pengunjung selama pameran batik di Grand City Surabaya. Dan kami juga optimis antusiasme daya beli akan ramai mengingat hampir 2,5 tahun pameran vakum akibat pandemi Covid-19,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *