Surabaya – Polisi telah membongkar praktik prostitusi dengan menyekap 19 wanita di kawasan Gempol dan Prigen, Pasuruan. Ada 5 pelaku yang diamankan, dijadikan tersangka, dan telah ditahan. Selama menjalankan bisnis haram itu mereka telah meraup keuntungan yang cukup besar.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto menjelaskan muncikari prostitusi itu menawarkan lowongan pekerjaan sebagai pemandu lagu alias ladies companion (LC) melalui Facebook dengan iming-iming gaji yang fantastis.

“Para pelaku di medsos menawarkan pekerjaan sebagai pemandu lagu,” kata Dirmanto di Mapolda Jatim, Senin (21/11/2022).

Sementara Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Hendra Eko Yulianto menuturkan bahwa para tersangka meyakinkan korban dengan iming-iming upah mencapai puluhan juta rupiah.

“Mereka mengiming-imingi korban dengan gaji Rp 10 juta sampai Rp 30 juta,” ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Padahal, faktanya tidak demikian. Para korban ini tidak hanya dipekerjakan sebagai pemandu lagu tapi juga dijual sebagai PSK ke pria hidung belang dengan tarif beragam. Mulai dari Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu per kencan.

Tidak sesuai yang dijanjikan, korban hanya diberikan hasil perdagangan orang setiap transaksi itu di bawah 50%. Yang lebih banyak menikmati hasilnya adalah para muncikari itu.

“Untuk tarif Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu. Lalu, tersangka mengambil keuntungan Rp 300 ribu sampai Rp 400 ribu. Sisanya untuk mereka (korban),” tutur Hendra.

Soal daerah asal para korban Hendra mengatakan mereka datang dari sejumlah daerah beragam yang tersebar di Pulau Jawa.

“Asal para korban ada yang dari Jakarta dan Jabar, didominasi dari Jatim,” tutupnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *