Surabaya – Panti jompo Surabaya atau panti wreda yang ada di Kota Pahlawan sudah overload. Untuk itulah pada 2023 mendatang Pemkot Surabaya akan membangun gedung panti jompo baru dengan kapasitas 200 orang.

Saat ini Pemkot Surabaya memiliki panti wreda di Jambangan yang dihuni sudah melebihi kapasitasnya. Selain itu ada tempat sementara yang bisa diisi sekitar 80 penghuni.

“Full! panti wreda sekarang sudah terisi 185 orang, padahal kapasitasnya 160-an orang. Makanya kami harus mengembangkan. Kalau ada yang harus kami tampung (tetap) kami tampung. Kasihan orang tua itu,” ujar Kepala Dinsos Surabaya Anna Fajriatin di Balai Kota, Senin (21/11/2022).

Pada 2023 mendatang Panti Jompo Sonowijenan di Sukomanunggal Surabaya yang sedang dalam tahap pembangunan sudah bisa dipakai. Sehingga para lansia bisa dirawat dan tidak telantar.

“Sonowijenan 200-an bisa menampung. Di Kalijudan paling sedikit sekitar 80an (sementara). Minimal menyelamatkan yang benar-benar membutuhkan tahun ini supaya tidak telantar,” jelasnya.

Pihaknya mencatat ada sekitar 40 anak yang menelantarkan orang tua. Para anak membuat surat pernyataan meminta orang tuanya dirawat di panti wreda atau panti jompo.

Karena itu Dinsos Surabaya berkomitmen sesuai arahan Wali Kota Eri Cahyadi untuk mengecek dengan kondisi sebenarnya dari keluarga itu. Ketika dicek orang tua dalam keadaan butuh perawatan, ada anak dan keluarga benar-benar tidak mampu, maka akan diambil Dinsos dan dibawa ke panti.

“Tapi kalau masih ada keluarganya dan masih punya penghasilan, kami sampaikan ke mereka kami beri intervensi yang lain. Orang tuanya tetap di rumahnya,” ujarnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *