Solo – Agus Hartono, pengusaha asal semarang merasa dikriminalisasikan oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah dan dimintai oknum jasa Rp 10 miliar. Pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang di ketahui kuasa hukum Brigadir J kini digandeng Agus.

Agus mengatakan dirinya dipanggil Kejati Jateng terkait dugaan tindak pidana korupsi pada pemberian fasilitas kredit dari sejumlah bank ke PT Citra Guna Perkasa yang terjadi pada 2016. Saat jumpa pers di semarang Jumat (25/11/2022).

“Saat itu kondisinya penasihat hukum tidak boleh ke ruang pemeriksaan. Disampaikan dia (PA) bahwa saya masih bersalah dan kemudian akan dinyatakan 55 atau turut serta dalam tindak pidana korupsi karena ada satu tersangka sudah menjalani hukuman,” ungkap Agus.

saat itu ia dimintai uang untuk ‘mengurus’ kasus tersebut dengan nominal Rp 5 miliar untuk satu Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“Saya sempat bertanya ‘ada petunjuk?’ Katanya ‘atas perintah Pak Kajati bisa kita bantu, Pak’. Ada dua SPDP, satu SPDP Rp 5 M. Kalau dua berarti Rp 10 M,” ungkap Agung.

Namun Agung tidak memenuhi permintaan tersebut, dalam perkara dengan terpidana Donny Iskandar Sugiyo Utomo alias Edward Setiadi itu dirinya sudah dinyatakan tidak bersalah dan tidak bisa dituntut pidana maupun perdata.

Pengusaha agus merasa jadi korban sebab, ternyata Donny menggunakan dokumen – dokumen palsu ketika bekerja.

“Namun tiba-tiba tanggal 25 Oktober 2022 saya jadi tersangka dari dua SPDP yang saya tidak meladeni permintaan untuk serahkan uang Rp 5 M per SPDP,” ungkap Agus.

Kamaruddin Simanjuntak menyampaikan pihaknya telah mengirim surat teguran hukum atau somasi kepada oknum jaksa di Kejati Jawa Tengah terkait dugaan pemerasan itu. Somasi ditembuskan kepada Jaksa Agung, Kejaksaan Agung (Kejagung), Komisi Kejaksaan, Jampidsus, Presiden RI, Wakil Presiden RI, Ombudsman, hingga Komisi III DPR RI.

“Saya meminta kepada Jaksa Agung untuk menonaktifkan ketiga oknum jaksa itu dan melakukan pemeriksaan serta audit investigasi atas percobaan pemerasan terhadap klien saya, Agus Hartono,” tegas Kamaruddin.

Asisten Intelijen Kejati Jateng, Bambang Marsana, memberi tanggapan dalam bentuk keteranngan kepada wartawan.

“Pimpinan memerintahkan kami untuk melakukan pemeriksaan secara profesional, transparan dan akuntabel,” ungkap Asisten Intelijen Bambang Marsana, Sabtu (26/11).

Kejati juga akan mengambil tindakan tegas kepada Agus Hartono jika pengakuannya soal percobaan pemerasan itu terbukti tidak benar.

Dalam keterangan itu disebutkan, barang jaminan dalam perkara tersebut berupa PT. CGP (None Fixed Asset tidak benar), Fixed Asset: 11 SHM Salatiga atas nama Agus Hartono, 2 SHGB Depok Sleman atas nama Agus Hartono dan 4 SHM Kudus atas nama Agus Hartono (proses balik nama melawan hukum dan belum lunas pembayarannya dengan pihak penjual, serta nilai agunan dinilai lebih tinggi). Selain itu, juga PT. Harsam Indo Visitama (PT.HIV) Fixed asset: 39 SHGB Brebes oleh PT. HIV (sudah dibalik nama PT. HIV namun belum lunas pembayarannya kepada PT. Areelsa).

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *