Jember – Polisi akhirnya menangkap tersangka pelaku perampokan Toko Emas Murni di Jalan Sultan Agung, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Kaliwates. Pelaku ditangkap polisi di rumahnya di Jalan Sentot Prawirodirjo, Kecamatan Kaliwates.
Pelaku yakni Suryanto (39) asal Patrang, Jember. Ia ditangkap oleh Tim Kalong Satreskrim Polres Jember. Karena berusaha kabur saat ditangkap, polisi menembak kakinya.

“Pelaku dulunya juga adalah seorang satpam di toko retail modern terkenal, yang saat ini sudah tutup di Jember,” kata Kasat Reskrim Polres Jember AKP Dika Hardiyan Wiratama.

Kasus perampokan toko emas ini kemudian dirilis. Tampak tersangka Suryanto dihadirkan dalam rilis yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo.

Hery lantas membeberkan motif perampokan yang dilakukan tersangka. Yakni karena terlilit utang yang menumpuk. “Yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut karena ditagih utang,” kata Kapolres Jember AKBP Hery Purnomo, Senin (28/11/2022).

“Jadi tersangka memiliki banyak utang, khususnya di warung. Karena yang bersangkutan tidak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari,” imbuh Herry.

Sehari-hari, kata Herry, tersangka bekerja sebagai penjaga malam atau waker. Hasil kerja itu, dirasa tersangka sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. “Karena tidak mampu memenuhi kebutuhannya itulah, tersangka kemudian ngutang ke sana-sini. Utamanya di sejumlah warung,” terang Herry.

Lama-lama, utang itu menumpuk dan mulai ditagih. Tersangka yang merasa tak punya uang untuk membayar, akhirnya nekat merampok. Dari hasil rampokan itu, tersangka berhasil menggasak 1,5 kg perhiasan bukan 2 kg seperti diberitakan sebelumnya.

Menurut Hery perhiasan emas yang sempat dirampok tersangka ternyata belum sempat dijual. Namun perhiasan itu dipendam di halaman belakang rumahnya. Atau tepatnya di belakang rumah, di sebuah bangunan yang tidak digunakan lagi.

“Untuk barang bukti belum sempat ada yang dijual khususnya emas. Kemarin hanya dipisahkan oleh tersangka, yang cincin sendiri, gelang sendiri, dan kalung sendiri. Kemudian dibungkus dalam plastik hitam dan ditanam (dikubur) di belakang rumah. Menurut pengakuan pelaku, nanti kalau dibutuhkan baru dijual,” kata Hery.

Selain itu, lanjut Hery, jumlah uang tunai yang digasak tersangka bukan Rp 19 juta, namun Rp 18 juta. Uang itu lah yang kemudian digunakan tersangka untuk membayar utang-utangnya dan membeli sepeda listrik dan motor.

Atas perbuatannya, Suryanto kini dijerat dengan Pasal 365 ayat 1 dan 2. Ancaman hukumannya yakni maksimal 12 tahun penjara.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *