Gresik – Polisi akhirnya menunjukkan lima pesilat tersangka pengeroyokan yang menewaskan penjual nanas Eko Bayu Asmoro. Dari hasil pemeriksaan, para pelaku menghabisi korban secara membabi buta.
Kapolres Gresik AKBP M. Nur Azis menjelaskan, kasus tersebut adalah penganiayaan atau pengeroyokan, bukan pembunuhan. Namun, apa yang dilakukan para pelaku tergolong sadis. Sebab, korban tewas setelah mengalami pendarahan di bagian otak.

“Meski bukan pembunuhan, penganiayaan ini tergolong sadis yang menyebabkan kematian. Saat itu, korban didatangi sebanyak tujuh orang. Yakni AE, DN, AM, AJ, AL, dan dua pelaku yang masih DPO,” jelas Aziz, Kamis (1/12/2022).

“Tidak berhenti di situ, korban diangkat dan kepalanya dibenturkan ke paving oleh tersangka AL hingga mengeluarkan darah. Akibat benturan ini lah yang menjadi penyebab luka serius di bagian kepala korban,” kata Azis.

Dalam keadaan tak berdaya, lanjut Azis, korban kemudian digotong oleh para pelaku ke ruko kosong di Pasar Gadung, Driyorejo, Gresik. Namun, korban kembali diinterogasi terkait kaus perguruan silat yang dipakainya. Korban yang tak berdaya, tidak bisa menjawab. “Hal itu membuat tujuh pelaku naik pitam dan melakukan penganiayaan lagi secara bergantian,” ungkap Azis.

Meskipun Eko sudah terkapar tak berdaya, ternyata AL kembali menghubungi tujuh pesilat lainnya. Mereka kembali menganiaya korban hingga akhirnya mengakibatkan penjual nanas asal Desa Sumberejo, Kecamatan Malo, Bojonegoro itu meninggal dunia. “Sebelum meninggal beberapa pelaku yang ketakutan sempat merawat korban, memberikan minuman teh hangat dan menyeka tubuh korban,” terang Azis.

Atas peristiwa tersebut, Polres Gresik telah mengamankan dan menetapkan lima orang tersangka. Yaitu, AE, DN, AM, AJ dan AL. Sementara untuk dua pelaku masih DPO, namun pihaknya sudah mengantongi identitas dan keberadaannya. “Untuk 7 terduga pelaku lainnya masih kami dalami keterlibatannya,” tandas Azis.

Polisi berjanji bakal mengungkap kasus penganiayaan yang berujung kematian ini secara gamblang. Termasuk memburu seluruh pelaku hingga tertangkap. Lulusan Akpol 2002 itu juga mengimbau agar pelaku yang masih buron berlaku kooperatif. “Akan kami buru semua pelaku sampai tertangkap,” tutup Azis

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *