Surabaya – Polisi mengamankan tukang pijat cabul di Surabaya. Pelaku telah mencabuli dua orang korbannya bermodus pijat untuk kesembuhan penyakit.

Pelaku adalah GT (46), warga Surabaya. Pelaku yang keseharian berprofesi sebagai tukang pijat itu kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya AKP Wardi Waluyo mengatakan terungkapnya kasus pencabulan tersebut, berawal dari laporan korban yang telah menjadi korban pencabulan usai melakukan pengobatan dengan metode pemijatan.

“Berawal suami istri ini, jalan-jalan di Ampel. Kemudian disapa oleh pelaku, katanya ada sakit di tubuh korban,” ungkap Wardi kepada wartawan di Polrestabes Surabaya, Rabu (30/11/2022).

Setelah pertemuan itu, pelaku mengatakan korban sedang mengalami sakit berdasarkan penerawangan. Selanjutnya pelaku menawarkan diri untuk melakukan pengobatan di rumah korbannya. Setelah diberi alamat, pelaku pun mendatangi rumah korban untuk melakukan pengobatan dengan metode pijat.

“Pada hari minggu, pelaku datang ke rumah suami istri itu. Di sana melakukan pengobatan. Ternyata pengobatan ini, ditambahi perbuatan cabul terhadap korban. Dengan cara-cara dia, sampai korban tidak tersadarkan diri hingga mengikuti keinginan dari pada pelaku,” ujar Wardi.

“Korban saat itu terdiam, mau bergerak tidak bisa, mau lari tidak bisa. Badannya lemas. Sehingga disuruh oleh pelaku mau saja,” ujar Wardi.

Setelah melihat kondisi korban tidak berdaya, pelaku kemudian memanfaatkan situasi dengan mencabuli korban. Setelah itu pelaku pergi. Suami korban yang curiga dengan pengobatan yang terlalu lama di kamar berdua sadar istrinya telah menjadi korban pencabulan. Suami korban yang marah itu akhirnya mencari pelaku, namun tidak ketemu.

“Setelah kejadian itu, besoknya pelaku datang kembali ke rumah yang dekat dengan korban. Dan diketahui oleh warga dan dilaporkan kepada suami istri ini. Setelah dicek benar, kemudian dilaporkan pada kami, ” tandas Wardi.

Atas perbuatan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti yakni uang Rp 700 ribu dan baju korban.

Dengan perbuatan korban dikenakan Pasal 289 KUHP dan atau Pasal 290 KUHP tentang tentang tindak pidana pencabulan Dengan Kekerasan dan atau Pencabulan Terhadap Orang Yang Tidak Berdaya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *