Pelaku penyerangan satpam Pakuwon City berjumlah tujuh orang berhasil diamankan polisi usai aksi tawuran Minggu (27/11/2022) dini hari lalu.

Pelaku penyerangan ini ditangkap bersama barang bukti celurit sepanjang 1,5 meter.

Dalam konferensi pers yang digelar pada Kamis (1/12/2022) di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, inisial AA (21 tahun) yang mengakui dirinya sebagai ketua Geng Gukguk atau sebagai panglima mengaku jika celuritnya hasil pinjam, sementara celurit milik anggota lainnya di pesan dari Madura.

“Saya tidak pernah beli senjata tajam pak, dipinjamin,” terang AA.

 

Sementara pelaku lainnya mendapat celurit memesan di Madura. Harga satu buah celurit dengan panjang sekitar 1,5 meter dibanderol dengan harga Rp300 ribu.

Dari pengakuan tersangka, kegiatan geng mereka memang bertawuran dengan geng lain. AA sendiri saat ini tidak bekerja setelah lulus SMK, sementara anggotanya sendiri memiliki latar belakang yang beragam. Rata-rata mereka berasal dari keluarga kurang mampu.

“Saya sekolah sampai kelas 12 lulus. (saya) tidak kerja. orang tua masih ada, jualan pentol, mereka tidak tahu, baru tahu (kelakuan saya). Anggota berasal dari teman-teman satu tongkrongan. Saya disuruh meneruskan jadi ketua, ceritanya panjang,” tutur AA.

 

AKBP Anton Elfrino Tristanto Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak berharap, usai ditangkapnya pemimpin geng Gukguk ini tidak ada lagi tawuran remaja, karena sebelumnya pimpinan geng Wokwok Kacaw sudah diamankan Oktober lalu usai ditetapkan sebagai tersangka pembacokan salah satu geng Gukguk hingga meninggal saat tawuran di jembatan Suroboyo.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *