Ponorogo – Pedagang kue di Ponorogo mengeluhkan kenaikan harga telur. Biasanya harga telur di kisaran Rp 22 ribu/kg, kini tembus Rp 30 ribu/kg.

Salah satunya pembuat kue di Kelurahan Kadipaten, Kecamatan Babadan, Emi Atikah mengaku kewalahan dengan kenaikan harga telur kali ini. Sebab, biaya produksi dengan harga jual hanya berbanding tipis. Emi mengatakan meski harga telur naik, dia juga tidak bisa serta merta menaikkan harga kue. Sebab, khawatir ditinggal para pelanggan.

“Seperti biasanya tradisi tahunan setiap Desember jelang natal dan tahun baru, harga telur pasti naik yang kita keluhkan. Biasanya telur Rp 22 ribu per kilogram, sekarang tembus Rp 30 ribu per kilogram, sedangkan kuenya tidak bisa dinaikkan harganya begitu saja” tutur Emi

Menurutnya, kenaikan telur ini paling tinggi sepanjang dia berjualan kue. Sudah tiga hingga empat hari ini harga telur terus melonjak.

Dia pun akhirnya bertahan menggunakan harga kue lama, meski bahan baku naik. Emi memilih bertahan daripada kehilangan pelanggan.

Selain itu ada Penjual kue lain, Rizka Fahma warga Desa Nambak, Kecamatan Bungkal, juga mengeluhkan hal serupa. Dia tidak ingin menaikkan harga kue.

“Iya harga telur naik, tapi harga jual kue tidak bisa naik. Biar keuntungan sedikit, asal pelanggan tidak kabur,” ujar Rizka.

Ia berharap harga telur segera stabil, minimal di angka Rp 22 ribu per kilogram. Ia pun juga berharap ada bantuan atau operasi pasar.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *