Wali Kota Surabaya mewajibkan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mempekerjakan dua lulusan penyandang disabilitas. Kebijakan itu rencananya, berlaku mulai 2023.

Kebijakan itu, disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Disabilitas Internasional 2022 di Surabaya besok, namun dilaksanakan hari ini, Jumat (2/12/2022).

“Ini memeringati hari disabilitas nasional. Bagaimana pemerintah dengan kekuatan yang ada, bersinergi sehingga anak-anak disabilitas punya hak yang sama terkait pendidikan pekerjaan dan semuanya.”

“Saya berharap, jadi nanti setelah lulus tingkat selesai SMA, atau apa yang mereka memiliki kuliah juga ada. Khusus anak surabaya. Saya minta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, masing-masing OPD kerja di sana disabilitas, kalau ada 70 OPD, minimal dua orang yang kerja, jadi 140. ”

Bentuk intervensi Pemkot Surabaya yang sudah berjalan, lanjutnya, berupa Rumah Prestasi. Wadah bagi disabilitas untuk menyalurkan kreatifitasnya.

“Hari ini kita sudah punya rumah prestasi, anak-anak yang sudah lulus SMP, dimasukkan ke sana hasilkan batik, taplak meja, penyanyi, dan lain-lain. Bahkan yang sudah punya sertifikat dijadikan mentor di sana. Jadi anak-anak disabilitas berkumpul dan banyak kegiatan di sana.”

Diketahui, belasan pelajar disabilitas termasuk inklusi se-Surabaya unjuk bakat di depan jajaran pemkot. Mereka juga mendapat penghargaan juara beragam lomba yang diserahkan langsung oleh wali kota.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *