Surabaya – Menjelang Natal dan Tahun Baru 2023, harga beras dan telur naik di pasaran hingga Rp 3 ribu. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pun memesan telur dari Blitar untuk pedagang dengan menggratiskan biaya kirim.

Saat mengetahui harga telur dan beras naik, Eri meminta kepada Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) Surabaya untuk melakukan operasi pasar. Mereka diminta mengecek kebutuhan bahan pokok yang harganya naik.

“Naik telur sama beras. Saya minta (DKUKMP) memastikan harga telur awalnya berapa dan beras berapa,” kata Eri pada, Senin (5/12/2022).

Kemudian, ia juga sudah menghubungi Blitar sebagai daerah penghasil telur. Nantinya akan dilakukan kerja sama untuk pemesanan dan pengiriman telur ke Surabaya.

“Kalau telur sudah dapat kita lakukan kerja sama, berapa telur yang dibutuhkan setiap hari. Saya minta kebutuhan telur di Surabaya berapa,” ucapnya.

Ketika sudah kerja sama, nantinya dilakukan cara untuk meringankan pedagang. Yakni dengan menggratiskan biaya kirim dari Blitar ke Surabaya.

Bagaimana caranya biar tidak naik, ya bensin dan angkutannya dibiayai oleh pemkot. Sehingga harga telur dari sana menuju sini tetap dan pedagang dapat untungnya,” jelasnya.

Namun, jika di daerah penghasil telur harganya juga naik, maka diupayakan di Surabaya kenaikannya tidak terlalu tinggi. Dengan meringankan biaya kirim untuk pedagang Surabaya.

“Kita lihat kalau di sana naik, paling tidak naiknya di sini tidak terlalu tinggi. Karena Surabaya bukan penghasil telur. Sda di Blitar, Jember. Kalau di sana naik ya pasti ikut naik. Namun pemkot melakukan operasi pasar dan memastikan biaya dari tempat ambil barangnya dibiayai pemkot,” kata Eri.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *