Surabaya – Polisi telah memeriksa dan mendalami dugaan WN Tunisia yang diduga hendak bunuh diri di Jembatan Suramadu. Polisi menyebut WN Tunisia itu tak ada maksud untuk bunuh diri.

Kanit Reskrim Polsek Kenjeran AKP Suryadi mengatakan pihaknya telah membawa WN Tunisia itu ke RS Soewandhie. Saat dilakukan pemeriksaan, tak ada luka yang diderita, baik ringan maupun serius.

Menurut Suryadi, WN Tunisia itu tidak hendak melompat dari Suramadu. WN Tunisia itu mengaku hanya berhenti di sisi lajur motor.

Suryadi menyebut WN Tunisia itu hanya mengalami depresi dan emosi akibat ada permasalahan dalam rumah tangganya.

Lantaran berhenti di tengah Suramadu, pengendara di sekitar lokasi mengira WNA itu akan bunuh diri dengan cara melompat. Namun, hal tersebut tidak benar adanya.

” ya intinya,WN Tunisia itu hanya mengalami permasalahan dalam rumah tangga atau bertengkar dengan istri WNA tersebut,lalu mengendarai motor dan berhenti di atas jembatan, ” lanjut Suryadi.

Suryadi menegaskan, WN Tunisia itu dalam kondisi kejiwaan normal. Ia mengaku, hanya mengalami emosi sesaat saja.

“Cuma emosi saja lalu pergi dari rumah, dia juga bukan WNA yang pencari suaka, akan tetapi asalnya dari Tunisia dan nikah dengan WNI,” tutup Suryadi.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *