Banyuwangi – Seorang cucu tega membakar rumah kakeknya sendiri di Desa Bagorejo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi. Pembakaran itu dipicu rasa sakit hati dan dendam sang cucu kepada kakeknya.

Pelakunya adalah Gigih Sindu (29). Dia membakar rumah kakeknya sekitar pukul 21.00 WIB, Rabu (7/12) malam.

Kasi Humas Polresta Banyuwangi Iptu Agus Winarno menjelaskan, Rabu siang, Gigih sempat pesta miras bersama teman-temannya.

“Lokasi (pesta miras) mereka di depan rumah korban,” jelas Agus, Kamis (8/12/2022).

Melihat sang cucu dan teman-temannya mabuk-mabukan, kakek dan nenek pelaku memilih untuk pergi dari rumah. Mereka mengungsi ke rumah saudara karena takut. Soalnya, kata Agus, hubungan cucu dan kakek-nenek itu tak harmonis sejak lama.

“Permasalahan awalnya, pelaku ini punya masalah dengan orang tuanya dan kakek-neneknya ini sering membela (orang tua pelaku),” sambung Agus.

Masih menyimpan dendam, pelaku secara tega membakar rumah kakek dan neneknya. Ia menyulutkan api ke kursi yang terbuat dari kayu dan busa. Tak cuma itu, kasur di rumah tersebut juga dibakar.

“Api kemudian menjalar ke bangunan rumah,” lanjut Agus.

Saat terbakar, tetangga korban panik. Mereka berteriak-teriak mencoba memberi bantuan. Warga kemudian melapor ke petugas pemadam kebakaran.

“Lima unit kendaraan pemadam akhirnya datang. Api bisa dipadamkan sekitar 1 jam kemudian,” lanjut dia.

Anggota polsek yang berada di lokasi kemudian membekuk Gigih. Pelaku lalu digelandang ke Mapolsek Srono untuk dimintai keterangan dan diproses lebih lanjut.

Dari informasi yang dihimpun oleh petugas, pelaku diketahui pernah mengancam bakal membunuh kakek dan neneknya karena merasa sakit hati.

“Orang tua pelaku ini bekerja di luar negeri,” sambung Agus.

Polisi juga telah mengamankan beberapa alat bukti. Antara lain botol minuman keras dan kursi yang terbakar sebagian.

“Tidak ada korban jiwa. Tapi kerugian ditaksir sekitar Rp 85 juta,” ujar dia.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *