Surabaya – Vera, terdakwa pencurian motor di Surabaya hanya pasrah mendengarkan vonis 1 tahun 3 bulan penjara yang dibacakan hakim. Sebab terdakwa terbukti melanggar Pasal 362 KUHP tentang pencurian.

“Menjatuhkan hukuman pidana selama 1 tahun 3 bulan penjara,” kata I Gusti Ngurah Putra Atmaja, Ketua Majelis Hakim saat membacakan amar putusan di Pengadilan Negeri, Surabaya, Kamis (8/12/2022).

 

Perkara pencurian yang dilakukan Vera terjadi pada Selasa (17/5/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Kala itu, Vera memesan sebuah kamar hotel di Jalan Halimun Nomor 21, Surabaya.

 

Vera sendiri merupakan pekerja seks komersial (PSK) online. Ia lantas menawarkan diri di sebuah aplikasi media sosial. Tak lama, seorang pelanggan bernama Wanto tergoda untuk mengencani pelaku.

 

Mereka kemudian sepakat untuk bertemu di hotel yang telah dipesan Vera. Wanto lantas menuju hotel dengan mengendarai motor Honda Vario 125 tahun 2020 dengan Nopol L 6734 ST warna merah.

 

Tanpa curiga, Wanto langsung masuk ke kamar bersama vera.

Berdua di kamar kedua kemudian melakukan hubungan intim. Karena lelah, Wanto kemudian tertidur di kamar hotel itu.

 

Keesokan harinya, pada Rabu (18/5/2022), Vera selanjutnya menemui rekannya, Cindy untuk menggadaikan motor curiannya itu di daerah Manukan, Surabaya. Ia menggadaikan motor milik Wanto itu seharga Rp 3,5 juta. Namun Vera terlebih dahulu diberi Rp 1 juta.

 

Namun belum sempat menikmati uang hasil kejahatannya itu, Vera lantas diciduk polisi. Ia kemudian menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri Surabaya dan harus menerima vonis 1 tahun 3 bulan pidana penjara.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *