Surabaya – Teror gangster di Surabaya sudah mencapai level akut.Puluhan orang yang dibekuk, nyatanya tak membuat nyali kelompok-kelompok gangster ciut.Mereka justru makin menunjukkan keganasannya ingin mengacaukan Surabaya.

 

Munculnya tawuran antargangster, konvoi pamer senjata tajam (sajam), teror, hingga penyerangan membabi buta dan kerap salah sasaran kepada warga yang tak tahu apa-apa jadi penanda terjadinya masalah serius di Kota Pahlawan.

 

Ada beberapa faktor utama yang memunculkan fenomena gangster itu. Yakni faktor ekonomi dan faktor subkultur yang menyebabkan perilaku yang ingin tampil eksis atau membuktikan keberadaan dirinya.

 

Secara umum, perilaku gangster yang dianggap sebagai perilaku patologis atau abnormal anak-anak muda pendamba eksistensi itu memang dekat dengan kriminalitas dan itu sangatlah dilarang karena dampaknya memang benar benar berbahaya.

 

Bila bentuknya kriminal, hukum akan mampu memberikan ganjaran yang sepadan. Tapi apakah akan benar-benar memberikan efek jera dan menjadi preseden bagi anak muda lainnya?

Kemungkinan besar ada yang jera dengan hukuman itu dan ada juga yang masih belum jera.

 

Prof Bagong Suyanto mengatakan bahwa fenomena gangster di Surabaya adalah bentuk perilaku patologis anak muda. Yakni perilaku sosial yang bermasalah dan dekat dengan masalah kesehatan mental.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *