Surabaya – Beberapa waktu ini Surabaya diteror gerombolan remaja anggota gangster yang berbuat onar dengan konvoi pamer senjata tajam hingga tawuran di jalanan. Untuk membasmi gerombolan remaja tanpa tujuan yang jelas dan meresahkan itu Walikota Surabaya Eri Cahyadi bersama Forkopimda Surabaya telah melakukan sejumlah upaya. Beberapa diantaranya membuahkan hasil dengan ditangkapnya sejumlah remaja anggota gangster.

 

1. Patroli setiap hari dan besar-besaran saat weekend, cara ini setiap hari dilakukan patroli di seluruh kecamatan hingga perbatasan kota, antara Gresik dan Sidoarjo. Pada saat Sabtu dan Minggu, operasi bersama dengan kepolisian dan TNI dilakukan skala besar-besaran. Terakhir pada Senin lalu, Satpol PP mengamankan 19 remaja.

Eri mengatakan, pemuda yang meresahkan Surabaya bukan hanya gangster, tetapi ada sekelompok anak muda berusia di bawah 15, 17 sampai 18 tahun yang mencari eksistensi dirinya dengan kumpul-kumpul.

 

“Setelah itu merasa bersaing kedua belah pihak, akhirnya mereka menunjukkan siapa yang paling berani dengan menggunakan sajam. Tapi Alhamdulillah dengan operasi besar-besaran dan saya maturnuwun warga Surabaya sudah menjaga kita. Setiap perkampungan dan wilayahnya dijaga. Inilah Surabaya sesungguhnya, warga memiliki rasa pahlawan, maturnuwun sanget, ayo dijaga terus kota ini agar tetap aman nyaman,” kata Eri, Kamis (8/12/2022)

 

2. Berikan sekolah kebangsaan semi militer. Bagi para pemuda yang diamankan di Polrestabes maupun Satpol PP akan data siapa saja anggotanya. Kemudian Pemkot Surabaya akan memberi pembinaan sekolah kebangsaan semi militer pada Januari 2023 langsung kepada semua remaja yang terjaring.

“Jadi disitulah nanti anak-anak saya harapkan dengan pembinaan yang luar biasa tentang agama dan cinta bangsa. Maka akan muncul cinta kasihnya,” ujarnya.

 

3) Remaja yang diamankan merawat ODGJ dan lansia.

Walikota Eri mengatakan, selain mendapatkan sekolah kebangsaan dan sekolah agama, pemuda yang telah terjaring akan diajak ke tempat ODGJ dan panti jompo agar turut merawat mereka. Tetapi, Eri menegaskan hal ini bukan menjadi sanksi sosial.

 

Remaja yang sudah membuat warga Surabaya resah akan diajak ke Panti Wreda (panti jompo), ke tempat ODGJ (Liponsos). Mereka akan disadarkan bagaimana rasa cinta bangsa masuk ke dalam hatinya. Ketika rasa itu tumbuh, mereka akan merasa ada kehidupan yang lebih buruk daripada kehidupannya.

 

4) Difasilitasi sekolah kejar paket B.

Pemkot Surabaya juga memfasilitasi sekolah kejar paket B bagi remaja yang diamankan karena membawa senjata tajam. Sebab remaja usia 14-15 tahun itu ada yang putus sekolah. Khususnya yang ditemukan Eri saat patroli gangster Sabtu (3/12).

Selain memfasilitasi sekolah kejar paket B, Dispendik juga memberikan pendidikan karakter. Diberikan juga kegiatan positif lainnya agar anak putus sekolah tidak terjerumus lagi ke dalam pergaulan yang salah.

 

“Nanti saya segera, ini mau ketemu ketua Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Selain akademis, ada keahlian khusus, diajar nyablon, seni dan lainnya saling mengisi agar banyak kesibukan saat kejar paket,” kata Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *