JAKARTA – Sri Mulyani Menteri Keuangan RI menjelaskan konsumsi rokok memicu pengeluaran terbesar bagi rumah tangga karena melebihi bahan makanan.

“Ini memang menimbulkan suatu dilema mengenai bagaimana kita bisa mempengaruhi konsumsi rumah tangga agar lebih memprioritaskan barang-barang yang memang lebih bergizi atau lebih dibutuhkan oleh terutama anak sehingga dia bisa menjadi tumbuh sehat dan produktif serta baik,” imbuh Sri.

Sri menjelaskan, mengacu pada RPJMN 2020-2024, prevalensi merokok pria dewasa di Indonesia mencapai 71,3 persen merupakan yang tertinggi nomor satu di dunia.

Kondisi itu yang memicu biaya peningkatan untuk rokok, demi menekan jumlah konsumsi rokok di Indonesia.

“Dengan adanya cukai sebagai instrumen fiskal untuk mengendalikan konsumsi memang diharapkan penerapan cukai akan meningkatkan harga yang kemudian bisa mengurangi prevalensi merokok. Tentunya kita juga tahu bahwa selain faktor harga, ada juga faktor lain seperti iklan, pendidikan, serta akses yang mudah untuk membeli,” ujarnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *