Jakarta – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu membeberkan sejumlah alasan ekonomi Indonesia tumbuh melesat di atas 5% selama tiga kuartal berturut-turut di tahun 2022 di tengah kondisi ekonomi global yang melambat.

Bahkan jika dibandingkan dengan negara-negara maju lainnya, perekonomian Indonesia menunjukkan konsistensi pemulihan ekonomi yang relatif baik.

 

“Untuk tahun 2022 ini, pemulihan ekonomi yang kita lihat dan juga luar biasa, mayoritas negara G20 dan ASEAN justru kalau tidak melambat secara signifikan bahkan ada beberapa yang resesi, Amerika Serikat (AS) resesi di first half, jadi itu luar biasa bagaimana kita menjaga perekonomiannya tetap konsisten melanjutkan pemulihan,” terangnya dalam Stakeholders Gathering 2022 di Kementerian Keuangan, Rabu (21/12/2022).

 

Menurutnya, hal tersebut didorong oleh sejumlah kebijakan pemerintah untuk tetap menjaga kondusifitas iklim usaha. Dengan begitu, terjadi optimisme dalam dunia usaha untuk terus berjalan. Pemerintah membangun iklim usaha tersebut dengan terus menjaga daya beli masyarakat agar aktivitas perekonomian tetap berjalan dengan lancar.

 

Dia menegaskan upaya menjaga daya beli itu terus dilakukan di semester I-2022. Ini dilakukan agar ekonomi Indonesia terhindar dari resiko global, yakni harga pangan dan energi yang sangat tinggi.

 

Selain itu, menurut Febrio pertumbuhan ekonomi yang baik ini juga didukung oleh keberhasilan pemerintah memitigasi kenaikan inflasi di atas 6-7% pasca kenaikan harga BBM September 2022 lalu. Mitigasi tersebut dilakukan melalui koordinasi antar pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang salah satunya dilakukan melalui sinergi Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

 

“Kita pastikan inflasinya, kalaupun harus naik 6-7% kita mitigasi. Ternyata lebih dari yang kita perkirakan, Pemda dan pusat bahu-membahu menjaga inflasi di bawah 6% bahkan terakhir 5,4%. Sampai akhir tahun mudah-mudahan terus dibawah 6% dan terus turun,”

 

“Ini memberikan iklim kepastian bagi ekonomi, di tengah-tengah iklim kepastian ini sektor usaha bisa jalan, perbankan, sektor keuangan jadi punya arah untuk proyeksi,” pungkasnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *