Jakarta — Berkas lima tersangka Tragedi Kanjuruhan ditangani oleh 17 Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.

Lima tersangka itu akan segera disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, meski locus delicti atau tempat terjadinya peristiwa pidana itu berada di Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Fathur mengatakan saat ini pihaknya masih menyusun dakwaan para tersangka tersebut, karena itu jadwal sidang masih belum ditentukan.

Berkas lima tersangka itu sendiri sudah dilimpahkan penyidik Polda Jatim pada tahap II ke Kejati Jatim, Rabu (21/12) kemarin.

Lima tersangka itu yakni Ketua Panpel Arema Arema FC Abdul Haris, Security Officer Suko Sutrisno, Danki 3 Brimob Polda Jatim AKP Hasdarmawan, Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto dan Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi.

Sedangkan satu tersangka lain, yakni Eks Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB) Akhmad Hadian Lukita (AHL) dibebaskan dari tahanan Polda Jatim. Dia dilepas karena berkas perkaranya belum lengkap atau P19. Selain itu masa penahanannya juga telah habis.

Para tersangka itu disangkakan dengan Pasal 359 KHUP dan atau Pasal 360 KUHP dan atau Pasal 103 ayat (1) Jo pasal 52 UU RI no 11 tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Wakil Humas PN Surabaya, Gede Agung Pranata mengatakan pihaknya bakal berkoordinasi dengan kepolisian untuk memperketat pengamanan kasus Kanjuruhan.

Gede mengatakan detail proses penjagaan dan pengamanan selama proses persidangan Tragedi Kanjuruhan itu masih akan dibahas. Termasuk juga soal potensi kedatangan kelompok Suporter Aremania ke PN Surabaya untuk mengawal jalannya persidangan.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *