Surabaya – Surabaya menjadi daerah keempat terbesar di Indonesia yang menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha. Berdasarkan catatan sejak 4 Agustus 2021-22 Desember 2022, Pemkot Surabaya telah menerbitkan 57.828 NIB.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan realisasi penerbitan NIB Surabaya terbesar keempat se-Indonesia. Hal ini sejalan dengan program ekonomi kerakyatan yang digeber pemkot untuk mendorong perekonomian warga.

Ia memastikan, tahun 2023 pemkot sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3 T untuk UMKM Surabaya. Sehingga, dengan anggaran tersebut dapat digunakan untuk kepentingan UMKM Surabaya.

Sejumlah inovasi ekonomi kerakyatan Surabaya juga mendapatkan apresiasi dari Innovative Government Award (IGA) tahun 2022. Penghargaan tersebut dari Kemendagri yang diterima oleh Wali Kota Eri.

Penghargaan yang kita dapat kemarin adalah sebagai kota terinovasi. Ini kedua kali Kota Surabaya berturut-turut. Dan ini yang membuat kami menjadi semangat, menjadi motivasi kami bagaimana inovasi yang kita lakukan untuk kepentingan umat.

Bahwa inovasi yang meraih IGA Tahun 2022 dari Kemendagri itu adalah aplikasi e-Peken dan program Jagongan Cegah Stunting (Jago Centing). Melalui program Jago Centing, pemkot berkomitmen menekan angka stunting dengan dikoneksikan e-Peken untuk meningkatkan perekonomian dan peran serta masyarakat.

Bahwa inovasi e-Peken menjadi salah satu bukti keseriusan pemkot dalam mengentas kemiskinan dan mengurangi pengangguran. Bahkan melalui e-Peken, belanja APBD Surabaya untuk sektor Usaha Mikro dan Kecil (UMK) menjadi yang terbesar se-Indonesia dengan capaian Rp1,2 T.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *