Surabaya – Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya memperketat syarat berlayar mulai Kamis (29/12/2022) hingga 4 Januari 2023. Hal ini dilakukan usai BMKG perkirakan terjadinya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi hingga awal tahun 2023.

Miftakhul Hadi Kabid Keselamatan Berlayar Kantor Kesyahbandaran Utama Tanjung Perak Surabaya mengatakan pihaknya telah mengeluarkan ketentuan khusus bagi kapal yang hendak atau terpaksa berlayar saat pergantian tahun baru.

“Jadi, kami lebih perketat lagi kapal-kapal yang akan berangkat berlayar. Kami imbau apalagi untuk kapal-kapal di bawah 1.000 GT. Itu, kan, sampai tanggal 4 Januari 2023 gelombang tinggi, sampai 4 meter,” kata Mifta Jumat (30/12/2022).

Kapal-kapal di bawah 1.000 GT terlalu berisiko untuk berlayar. Karena itu di masa gelombang tinggi hingga 4 Januari kapal di bawah 1.000 GT disarankan tidak berangkat berlayar. Mifta menyatakan hingga hari ini masih belum ada kapal yang ‘bandel’.

Mifta menyebutkan sosialisasi telah digiatkan. Imbauan hingga kroscek ke sejumlah kapal di kawasan Tanjung Perak Surabaya dan sekitarnya soal prediksi cuaca buruk juga sudah dilakukan. Dengan memasifkan pengecekan cuaca via website resmi BMKG hingga memonitor melalui Vessel Traffic Service (VTS).

“Kami tetap imbau kalau bisa ditunda, karena prinsipnya kami lebih baik tidak berlayar daripada tidak pernah sampai ke tempat tujuan,” tuturnya.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *