Jakarta, Bank Indonesia (BI) mencatat investor asing mulai berdatangan pada minggu pertama tahun 2023, tepatnya sejak 2 Januari hingga 5 Januari 2023. Dari catatan tersebut, investor nonresiden di pasar keuangan domestik mencatatkan beli neto sebesar Rp8,05 triliun.

Adapun rinciannya, investor asing menorehkan beli neto Rp 9,74 triliun di pasar SBN. Ini adalah awal yang baik di awal 2023. Sementara itu, bursa saham diwarnai oleh jual neto dari asing sebesar Rp 1,68 triliun.

 

“Selama tahun 2023, berdasarkan data setelmen s.d. 5 Januari 2023, nonresiden beli neto Rp6,68 triliun di pasar SBN dan jual neto Rp2,91 triliun di pasar saham,” tulis Bank Indonesia dalam siaran pers, dikutip Minggu (8/1/2023).

 

Sementara itu, pasar saham Tanah Air masih diwarnai oleh aksi jual. Kaburnya investor asing dari pasar saham RI sudah terjadi sejak Desember lalu. Data pasar menunjukkan terjadi net sell hingga Rp 20,9 triliun pada akhir Desember. Jika ditambah dengan yang terjadi di awal tahun ini, nilainya menjadi lebih dari Rp 21 triliun.

 

Hal ini tentunya berbanding terbalik dengan yang terjadi di pasar obligasi, melihat antusiasme pemerintah menerbitkan utang di awal tahun. Sepanjang Desember tercatat ada inflow sebesar Rp 25 triliun, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan.

 

Investor diyakini akan terus berdatangan ke pasar obligasi negara. Kementerian Keuangan baru saja menerbitkan global bonds berdenominasi dolar Amerika Serikat (AS) senilai US$ 3 miliar atau Rp 47 triliun (kurs Rp15.635/US$) pada minggu lalu (5/1/2022).

 

Global bond tersebut diterbitkan dengan tenor 5, 10 dan 30 tahun dengan format SEC-Registered. Total orderbook sepanjang proses bookbuilding sempat mencapai US$ 17 miliar.

 

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto mengatakan bahwa penerbitan global bonds dilakukan pada minggu pertama Januari 2023, dengan mempertimbangkan likuiditas di pasar global yang ample serta kondisi pasar yang relatif stabil.

 

“Dengan strategi dan timing yang tepat, berhasil diterbitkan global bonds (SUN valas) di pasar global sebesar US$ 3 millar dengan pencapaian yang cukup baik,” tegas Suminto.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *