Jakarta, Sejumlah analis memprediksi harga emas dunia melonjak tajam di tahun 2023. Ada yang memproyeksi kenaikan harga emas tahun ini mencapai US$ 4.000 per troy ons atau sekitar 120% dari level saat ini.

Emas secara tradisional dianggap sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi. Namun, bank sentral yang sangat agresif menaikkan suku bunga membuat harga emas melempem pada tahun lalu.

 

Sejak November 2022, harga emas mulai menanjak setelah ada tanda-tanda bank sentral, khususnya Amerika Serikat (AS) atau yang dikenal dengan Federal Reserve (The Fed) mengendurkan laju kenaikan bunganya.

 

Harga emas sejak awal November hingga perdagangan Jumat (20/1/2023) sudah melesat lebih dari 18%, berada di kisaran US$ 1.927/troy ons yang menjadi level tertinggi dalam 9 bulan terakhir.

 

 

Di saat yang sama, perak melesat sekitar 25% hingga hari ini di kisaran US$ 24 per ons. Di tahun ini, perak diperkirakan akan menembus lagi US$ 30 per ons, artinya akan ada kenaikan sekitar 25% lagi.

 

“Melihat historis perak biasanya akan menguat sekitar 20% per tahun di mana terjadi inflasi tinggi. Melihat rekam jejak tersebt, dan harga perak yang relatif lebih murah ketimbang emas, saya tidak akan kaget melihat harga perak mendekati US$ 30 per ons tahun ini, dan itu akan menjadi resisten yang kuat,” kata Jamie Simpson, CEO ABC Bullion.

 

Sementara itu, Chief investment officer Swiss Asia Capital, Juerg Kiener, memberikan proyeksi ekstremnya. Menurutnya, harga emas akan terbang hingga US$ 4.000 per troy ons pada 2023.

 

Proyeksi tersebut didasari adanya resesi serta pelonggaran kebijakan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed).

 

“Emas tidak hanya akan naik 10-20% tetapi akan sangat tinggi. Harga emas bisa menembus US$ 2.500-4.000 per troy ons pada tahun depan (2023),” tutur Kiener, dikutip akhir tahun lalu.

 

Proyeksi ekstrem juga dikeluarkan Saxo Bank. Bank asal Denmark tersebut memproyeksi harga logam mulia akan terbang ke US$ 3.000 per troy ons.

 

Untuk diketahui satu troy ons setara dengan 31,1 gram. Jika harga emas dunia mencapai besaran US$ 4.000/troy ons, untuk mencari harga per gramnya maka dibagi 31,1. Hasilnya yakni US$ 128,6 per gram.

 

Dengan asumsi kurs tengah Bank Indonesia pada Kamis 19/1/2023) Rp 15.113/US$, maka harga emas dunia jika dikonversi ke rupiah bisa mencapai Rp 1.946.103/gram. Artinya, jika harga emas dunia menembus US$ 4.000/troy ons, maka harga emas batangan di dalam negeri bisa mencapai Rp 2 juta/gram.

 

Tetapi sekali lagi dengan asumsi harga emas dunia benar menembus US$ 4.000/troy ons, serta nilai tukar rupiah masih di atas Rp 15.000/US$.

 

Pergerakan nilai tukar rupiah juga mempengaruhi harga emas batangan di dalam negeri. Misalnya, jika harga emas dunia US$ 4.000/troy ons, sementara nilai tukar rupiah berada di Rp 14.500/US$, maka harga per gramnya Rp 1.864.700.

 

Sebagai catatan, ilustrasi tersebut masih hitungan kasar, belum memperhitungkan biaya-biaya lainnya hingga pajak. Sehingga harga emas batangan bisa lebih tinggi lagi.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *