Jakarta – Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah mempertanyakan alasan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 Anies Baswedan menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) sementara di Tanah Merah, Rawabadak Selatan, tepatnya di sekitar Depo Pertamina Plumpang, Koja, Jakarta Utara. Ida menyebutkan penerbitan IMB seharusnya memerlukan sejumlah syarat.

“Harusnya ada acuannya, pembuatan IMB kan ada syaratnya yang harus dipenuhi,” kata Ida saat dihubungi, Senin (6/3/2023).

 

Ida menekankan Anies seharusnya saat itu mempelajari kawasan tersebut secara lebih mendalam. Sebab, lahan di sekitar Depo Pertamina Plumpang tergolong berbahaya untuk ditinggali.

 

Sebelumnya Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta Sarjoko menerangkan soal IMB kawasan di Tanah Merah, Jakut, yang diterbitkan Anies Baswedan saat menjabat Gubernur DKI Jakarta. Sarjoko mengatakan IMB itu diterbitkan untuk pemenuhan kebutuhan warga.

 

Namun Sarjoko tidak tahu persis lingkup kawasan yang diberikan IMB oleh Anies. Dia mengatakan penyelesaian jangka panjang di kawasan Tanah Merah masih dalam pembahasan.

 

Sementara itu, terkait wacana relokasi warga atau Depo Pertamina Plumpang pascakebakaran juga masih dibahas. Dia menyebut Pemprov DKI dan Pertamina masih berkoordinasi.

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *