Jakarta – Mantan Aktivis 98, Faizal Assegaf mengatakan bahwa Megawati Soekarnoputri, Prabowo Subianto, Jokowi dan Ganjar Pranowo bersekutu untuk melawan gerakan perubahan yang disuarakan Anies Baswedan. “Mega, Prabowo dan Jokowi plus Ganjar, satu dalam temali kepentingan. Senyawa politik jahat dan saling mengikat dalam deal terselubung. Bersekutu melawan arus gerakan perubahan,” ucap Faizal Assegaf.

Tak heran bahwa Prabowo dan Ganjar bisa berselancar bebas di atas fasilitas negara. Memberi petunjuk pada publik bahwa untuk menjadi presiden bukan karena pilihan rakyat, tapi intervensi kekuasaan. “Dan sangat menyakitkan hati rakyat, modus curang itu ditegaskan oleh politik cawe-cawe Jokowi. Jelas busuk dan tidak adil. Tapi untuk Mega, Prabowo dan Ganjar adalah keberuntungan,” tegas Faizal.

Lebih dari dua decade lamanya, kata Faizal, Megawati dan Prabowo tikus-tikusan di lingkaran kekuasaan. Bermodalkan ketua umum partai masing-masing, tampil mengotori ruang publik. Kadang akur, saling ngintip dan bersandiwara. Tak hanya gombalin rakyat, tapi aset strategis negara jadi taruhan. Mega meninggalkan jejak hitam skandal BLBI ratusan triliun. Sementara Prabowo tak lepas dari bau amis darah dan pengkhianatan.

Di ruang gelap itu, mereka bersatu usung Jokowi – Ahok memimpin DKI Jakarta. Skenario berikutnya Jokowi dan Prabowo seolah beradu di Pilpres 2014 dan 2019. Ujungnya kembali akur. “Kini Mega dan Jokowi berganti peran menjadi dalang. Bermain drama mengusung Prabowo dan Ganjar ke gelanggang Pilpres 2024. Pura-pura berhadapan, tapi satu kepentingan, untuk menjegal Anies Baswedan,” jelas Faizal.

Spread the love

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *