Jakarta – Terkait insiden lemparan botol air mineral yang menimpa pakar hukum tata negara dan pengamat politik Refly Harun saat acara diskusi bersama akademisi Rocky Gerung di Kopi Nuri, Depok, Sleman, Yogyakarta, Juru Bicara Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, Jodi Mahardi, memberikan komentarnya.

Menurut Jodi, peristiwa yang menimpa Refly merupakan contoh nyata dari kebebasan berbicara. Jodi juga berbagi pengalaman bahwa Luhut pernah menghadapi situasi di mana dia diteriaki dan bahkan dilempari dengan kayu saat mengikuti sidang dalam kasus dugaan pencemaran nama baik dengan terdakwa aktivis Haris Azhar di PN Jakarta Timur.

“Saat rombongan Pak Luhut diteriaki hingga dilempari kayu dan mobilnya pun sempat dikejar, itu adalah gambaran eksplisit dari ‘freedom of expression’ yang mereka idamkan,” ucap Jodi pada¬† Minggu, 10 September 2023.

Ia juga menyatakan bahwa insiden tersebut dapat menjadi momen refleksi bagi Refly dan Rocky, mengajukan pertanyaan apakah kebebasan seperti itu merupakan hal yang mereka inginkan.

“Mungkin inilah saatnya bagi mereka untuk merenungi kembali apakah ini sebenarnya kebebasan berpendapat yang mereka inginkan?” katanya.

Diberitakan, Refly menjadi korban lemparan botol air mineral dari sekelompok orang yang menentang kehadirannya dalam acara diskusi bersama akademisi Rocky Gerung di Kopi Nuri, Yogyakarta.

Pada awalnya, Rocky merespons protes massa dengan santai melalui celetukan-celetukannya. Bahkan, ia mengundang mereka untuk mendekati mimbar.

Namun, situasi berubah ketika salah satu anggota massa tiba-tiba melempar sebuah botol air mineral ke arah mimbar, mengenai Refly yang duduk di sebelah Rocky.

“Pak polisi, saya protes. Karena saya dilempar dan kena leher saya,” ujar Refly yang tiba-tiba beranjak dari kursinya usai terkena lemparan botol.

Narasumber lain seperti Saut Situmorang, bersama dengan sebagian besar peserta acara yang mayoritas adalah mahasiswa, juga bergabung dalam seruan yang serupa.

“Ini barang buktinya. Pak polisi yang melempar tadi diambil, itu jelas, pak polisi ambil dia. Kalau enggak nanti kita lapor Kapolri nanti,” ucap Saut.

“Nanti yang punya video, ada saksinya. Dia lempar dan kena leher saya. Coba bayangkan kalau [kena] kacamata saya? Tolong-tolong, ini negara hukum. Kita tidak main kekerasan, boleh protes,” jelas Refly.

Setelah insiden pelemparan botol, acara kemudian dilanjutkan. Setelah acara berakhir, baik Rocky maupun Refly mengungkapkan penyesalannya terkait insiden tersebut. Refly juga mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan untuk melaporkan insiden tersebut kepada pihak kepolisian.

“Saya kira nanti kita akan pertimbangkan, ya. Karena, kan, tadi kita tidak tahu siapa yang melakukan pelemparan, kecuali kita ada bukti. Tapi mestinya pak polisi tahu. Saya, kan, orang yang tidak mau merepotkan orang lain sesungguhnya,” kata Refly

Spread the love

By rdks

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *