30 C
surabaya
Minggu, Februari 25, 2018
Beranda blog Halaman 3

Rizal Ramli Angkat Bicara Soal Kertel

0

Rakor Pembahasan Desain Alat Peraga Kampanye

0

Nikmatnya Menu Olahan Jamur Hutan

0

Kodam Brawijaya Bahas Proker 2018

0
Surabaya,(bisnissurabaya.com) - Usai mengikuti rapat pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Mabes TNI beberapa waktu lalu, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan beberapa program kerja (proker) yang wajib dilakukan seluruh prajurit di wilayah teritorialnya.Hal tersebut, disampaikan Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, ketika membahas program kerja tahun 2017 lalu di balai prajurit Makodam V/Brawijaya, Selasa (20/2). Dihadiri Gubernur Jawa Timur, Drs, H. Soekarwo, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin serta beberapa stakeholder lainnya.“Ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi kegiatan-kegiatan proker anggaran 2017. Kemudian, penyampaian kebijakan-kebijakan dari pimpinan, baik dari Panglima TNI, sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD),” jelas Pangdam.Selain itu, kata mantan Gubernur Akmil tahun 2016 lalu ini, ketika mengikuti rapim di Mabes TNI, dirinya menyebut terdapat beberapa program yang menjadi prioritas utama dalam pembahasan proker 2018.“Terutama, prioritas terhadap seluruh petani. Itu dalam rangka program 100 hari kerja Panglima TNI,” ujar Mayjen Arif.Selain prioritas terhadap petani, kata Pangdam, juga terdapat program 100 hari kerja Panglima TNI yang ditujukan untuk peningkatan organisasi.“Misalnya, Kodim yang sebelumnya dijabat Perwira berpangkat Letkol, nantinya akan dijabat oleh seorang perwira berpangkat Kolonel. Itu nanti, akan berlangsung di beberapa satuan, terutama satuan yang terletak di Ibu Kota Provinsi. Itu segera di rumuskan,” tutup Perwira Tinggi almameter Akademi Militer tahun 1988 ini.(lely/bw)

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Usai mengikuti rapat pimpinan (Rapim) yang berlangsung di Mabes TNI beberapa waktu lalu, Pangdam V/Brawijaya menyampaikan beberapa program kerja (proker) yang wajib dilakukan seluruh prajurit di wilayah teritorialnya.

Hal tersebut, disampaikan Mayjen TNI Arif Rahman, M. A, ketika membahas program kerja tahun 2017 lalu di balai prajurit Makodam V/Brawijaya, Selasa (20/2). Dihadiri Gubernur Jawa Timur, Drs, H. Soekarwo, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin serta beberapa stakeholder lainnya.

“Ini dilaksanakan dalam rangka mengevaluasi kegiatan-kegiatan proker anggaran 2017. Kemudian, penyampaian kebijakan-kebijakan dari pimpinan, baik dari Panglima TNI, sekaligus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD),” jelas Pangdam.

Selain itu, kata mantan Gubernur Akmil tahun 2016 lalu ini, ketika mengikuti rapim di Mabes TNI, dirinya menyebut terdapat beberapa program yang menjadi prioritas utama dalam pembahasan proker 2018.

“Terutama, prioritas terhadap seluruh petani. Itu dalam rangka program 100 hari kerja Panglima TNI,” ujar Mayjen Arif.

Selain prioritas terhadap petani, kata Pangdam, juga terdapat program 100 hari kerja Panglima TNI yang ditujukan untuk peningkatan organisasi.

“Misalnya, Kodim yang sebelumnya dijabat Perwira berpangkat Letkol, nantinya akan dijabat oleh seorang perwira berpangkat Kolonel. Itu nanti, akan berlangsung di beberapa satuan, terutama satuan yang terletak di Ibu Kota Provinsi. Itu segera di rumuskan,” tutup Perwira Tinggi almameter Akademi Militer tahun 1988 ini.(lely/bw)

Persebaya Seleksi Striker Asal Brazil

0

Latihan Perdana Persebaya Lima Pemain Absen

0

Jatim Gabung Japnas

0
Pembentukan serta pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jatim, Selasa (20/2).(Foto/ist)

Surabaya,(bisnissurabaya.com) – Setelah hadir di tujuh provinsi di Indonesia, Jaringan Pengusaha Nasional (Japnas) hadir di Jawa Timur (Jatim). Pembentukan Pengurus Wilayah (PW) Japnas Jatim merupakan upaya komitmen organisasi ini untuk membangun sinergitas usaha di seluruh Indonesia, Selasa (20/2) kemarin. Jatim sendiri merupakan provinsi ke-8 yang bergabung dengan Japnas.

Semangat untuk membangun sinergitas dengan pengusaha lain inilah yang melatar belakangi Mohammad Supriyadi untuk maju menjadi Ketua Umum PW Japnas Jatim.

Pembentukan serta pelantikan Pengurus Wilayah Japnas Jatim, Selasa (20/2).(Foto/ist)

“Jatim memiliki potensi daratan dan lautan yang cukup kaya. Dan Surabaya menjadi kota terbesar kedua di Indonesia. Potensi-potensi harus bisa kita manfaatkan untuk meningkatkan perekonomian Jatim,” ungkapnya.

Ia menegaskan, hadirnya Japnas di Jatim tak ada hubungannya dengan kontestasi politik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, tetapi murni untuk pengembangan dunia usaha di Jatim.

“Kami hadir bukan untuk mendukung siapa di Pilgub nanti. Japnas adalah organisasi non politis. Jadi kami ya bicara tentang bisnis saja,” papar Supriyadi.

Hingga akhir 2017, secara nasional Japnas sudah berdiri ditujuh Provinsi di Indonesia. Yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Sulawesi Tenggara, Sumatera Utara, Banten, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara.

“Hal ini tidak lepas dari entitas kami, sebagai organisasi yang bertujuan membangun sinergitas usaha di seluruh wilayah Indonesia. Kedepan kami berharap dalam waktu dekat, PW Japnas di berbagai Provinsi lain segera menyusul,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Japnas, Bayu Priawan Djokosoetono.

Kehadiran Japnas sangat dinantikan di berbagai provinsi di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari antusiasme anggota Japnas wilayah yang menginginkan terbentuknya Japnas di provinsi tempat domisili. Antusiasme ini tak lepas dari idiom JAPNAS sebagai action group, bukan sebagai pressure group. Didesain untuk menjadi asosiasi pengusaha yang lebih mengedepankan pada business action, investasi, dan juga mengidentifikasi business opportunity di seluruh Indonesia. Wajar jika kehadirannya sangat dinantikan di seluruh provinsi di Indonesia.

“Indonesia ini sangatlah kaya. Indonesia butuh jejaring usaha yang kuat untuk memaksimalkan potensi ekonominya. Kami berkomitmen akan membuka diri bekerjasama dengan pihak manapun untuk mewujudkan jejaring bisnis tersebut,” ungkap Bayu.

Senada dengan Bayu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi, Keanggotaan, dan Hukum PP Japnas, Reza Irsyad Aminy, mengungkapkan, kehadiran Japnas memberikan nuansa berbeda dari berbagai asosiasi pengusaha yang ada.

“Tujuan kami memang berbeda dari organisasi pengusaha yang sudah ada. Japnas lebih pada aksi riil. Tak ingin hanya melakukan kritik ke pemerintah tanpa ada solusi,” paparnya.

Dalam praktiknya, program kerja yang disusun Japnas pun lebih cenderung berorientasi pada pengembangan kapasitas bisnis para anggotanya.

“Kami berharap melalui Japnas, kapasitas usaha para anggota dapat meningkat. Yang mikro tumbuh menjadi menengah, yang menengah tumbuh menjadi pengusaha besar. Let’s grow together,” lanjut Reza yang juga dipercaya menjadi Ketua Tim Caretaker Nasional PP Japnas ini.

Berangkat dari semangat untuk tumbuh bersama inilah, Japnas yakin di 2018 akan semakin berkembang. Secara perlahan tapi pasti akan segera dibentuk di seluruh provinsi di Indonesia.

“Dalam pembentukan ini kami tak ingin gegabah. Kami menginginkan the right man in the right place. Jadi bukan hanya kuantitas saja yang dikejar,namun lebih pada kualitas,” pungkas Reza.(lely)

Kapolda Jatim Turun ke TKP Temui Pimpinan Ponpes yang Diserang Orang Gila

0

Dialog Hukum Dimata Bowo ”Kontroversi Revisi UU MD3” (4/4)

0

Dialog Hukum Dimata Bowo ”Kontroversi Revisi UU MD3” (3/4)

0